Data Geospasial Cultural (Melihat data danau dengan QGIS dan Python)

Latar Belakang

      Banyak yang ingin tahu berapa jumlah data danau, rel kereta, batas negara dan penampakan alam lainnya. Cukup dengan membuka natural earth di sana telah didata semua data ilmu kebumian. Data geo spasial ini terbagi menjadi dua yaitu data cultural dan phsycal. apa itu cultural dan phsycal? Cultural kemudian data geo dibagi menjadi dua data apa saja itu? 

Pembahasan

    Geospasial dibagi menjadi dua yaitu Cultural dan Physical. Cultural adalah data vektor administrasi seperti garis wilayah, rel kereta, batas negara yang timbul akibat peradaban manusia dan data ini memiliki format data Shapefile (shp) sedangkan Physical adalah data vektor seperti garis pantai, sungai dan memiliki format Shapefile juga. 
        Dan dibagi menjadi dua jenis yaitu data vektor dan raster. Data raster memiliki format data TIFF (yang sudah disertai data .tfw, sehingga datanya sudah georeference) dan telah memiliki pewarnaan. Data Vektor merupakan data yang berbentuk garis, titik seperti saat membuat peta dan format datanya adalah shapefile (shp). Fungsi Shapefile digunakan untuk menyimpan data dan menghitung data geospasial
         Bagaimana cara melihat data atau penghitungan shapefile dari natural earth? caranya ada dua yang pertama dengan mendownload aplikasi QGIS. Untuk tutorial bisa klik disini -> link 

Gambar Aplikasi QGIS

Dan yang kedua dengan menggunakan bahasa python. Pertama download dulu python kemudian ketikan koding di bawah ini dengan menggunakan command prompt (cmd). 

Gambar cmd dengan Python

Kesimpulan

     Dapat disimpulkan Data Geospasial terbagi menjadi dua yaitu Cultural dan Physical
     Data Geospasial terbagi menjadi dua jenis yaitu Data Vektor dan Data Raster
     Data Cultural dan Physical merupakan data yang memiliki format shapefile (.shp)
     Penghitungan Shapefile dapat dilihat menggunakan QGIS dan Python

Saran

    Data Geospasial penting kita ketahui untuk menambah ilmu kebumian dan sebaiknya kita praktikan secara langsung agar bisa lebih memahami fungsi python dan QGIS. Selamat belajar. Cmiiw!
Ini dia tutorialnya. Silahkan disimak!



Nama : Febby Nurfitriyani
Kelas : D4TI3B
NPM : 1144052
Politeknik Pos Indonesia

Tutorial Penggunaan Github (Add SSH Key, Repository, Pull dan Push)

Latar Belakang
           Dewasa ini, kebutuhan aplikasi untuk kehidupan sehari-hari sudah menjadi hal yang lumrah. Segala apapun dapat dilakukan dengan mudah karena manusia kian hari mencari solusi dari setiap masalah yang ada. Namun apa kalian tahu ternyata ada juga sebuah aplikasi yang memang menyediakan kemudahan bagi para programmer atau perancang aplikasi lain. Nama aplikasi tersebut adalah Github. Tidak kebanyakan orang tahu mengenai aplikasi ini. Karena memang dirancang dan dikhususkan untuk pembuat aplikasi. Di dalamnya berisi jutaan source code, repository yang memang bermanfaat untuk mengembangkan aplikasi.

Pembahasan
                Untuk kamu yang memang asing dengan Github jangan khawatir mari kita belajar bersama-sama. Kita mulai dengan membuat SSH Key. Tapi sebelum itu apa kamu tahu apa itu SSH key dan untuk apa sih sebenernya?
                SSH Key adalah Secure Shell yang berfungsi untuk keamanan jaringan
Nah ini cara add SSH Key

Kemudian yang penting juga membuat Repository. 
Cara membuat Repository

Terus kita tulis Pull origin master pada Gitbash dan kemudian Push origin master

Kesimpulan dan Saran
                Sekarang mudahkan? Bagi kamu yang baru tahu mengenai Github penting loh untuk terus belajar. Karena di sana banyak fungsi yang belum kita ketahui. Memang tampilannya tidak seindah aplikasi lain tapi jangan salah dengan Github pembuatan aplikasi jauh lebih mudah. Misalkan kita membangun sebuah projek. Tidak usah repot-repot copy ulang source code. Selamat belajar. Cmiiw!
Ini dia versi youtubenya. Silahkan disimak!



Nama : Febby Nurfitriyani
Kelas : D4TI3B
NPM : 1144052
Politeknik Pos Indonesia


Sistem Informasi Geografis

     
Latar Belakang 

   SIG atau Sistem Informasi Geografis merupakan informasi yang dibutuhkan oleh manusia untuk mengetahui mengenai bumi. Terkadang sulit jika kita ingin berkunjung ke sebuah tempat apalagi belum kenal dimana letaknya. melalui SIG letak bahkan denah di bumi akan lebih mudah diketahui. Sistem informasi geografis dapat dijabarkan definisinya menjadi sistem, informasi dan geografis.
 
Pembahasan

   Sistem adalah kumpulan informasi yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Informasi adalah berisi data-data yang nyata atau konkret. Dan geografis adalah bentuk grafis sebuah bumi. Sehingga sistem informasi geografis adalah sebuah kumpulan elemen yang berisi data mengenai bentuk bumi.

Ada dasar-dasar informasi dari SIG :
Garis bujur/longitude :
garis yang memiliki besar 360 derajat ini melintang dari utara ke selatan dan selatan ke utara. Titik awal 0 derajat ke 180 derajat dan 0 derajat ke -180
Garis lintang/latitude :
Garis yang membentang arah timur dan barat. Titik diawali dari 0 derajat sampai 90 derajat dan 0 derajat sampai -90 derajat
Titik 0,0 derajat bumi terletak di Inggris Greenwich namun letak sebenarnya ada di samudra atlantik.

Kesimpulan

    Dengan adanya ilmu sistem informasi geografis kita jadi bisa lebih mengenal bagian-bagian bumi tanpa harus memperhatikan jarak dan mempermudah pengembangan aplikasi yang membutuhkan denah lokasi sesuai titik koordinat

Sekarang kita lihat juga yuk video tentang Sistem Informasi Geografis!



Febby Nurfitriyani
1144052
D4 TI 3B
Politeknik Pos Indonesia

Referensi :
http://www.mr-mung.com/2013/12/Cara-Mudah-Mengetahui-Longitude-dan-Latitude-di-Maps-Google.html?m=1

URL Git :
https://github.com/feboy10/GIS

Link plagiarisme :
https://drive.google.com/open?id=0B_5wQlifCFBIZlNyQVhVdVVkTGs
https://drive.google.com/open?id=0B_5wQlifCFBIY2xFOEJ2UVcxZTA